SITUS MP3

Posted on March 27, 2010

0


Teknologi MP3 (MPEG Audio Layer 3) sebenarnya adalah hasil yang tidak disengaja dari spesifikasi kompresi video MPEG. Pada video tentu terdapat bagian audionya, bagian audio inilah yg kemudian menjadi MP3. Saat melakukan kompresi [dengan faktor kompresi 12:1] MP3 memanfaatkan kelemahan sistem pendengaran manusia. Kelemahan ini dikenal dengan nama auditory masking. Selain itu, MP3 juga memanfaatkan sifat non-linieritas sistem pendengaran manusia. Setelah diadakan penyelidikan, ternyata untuk frekuensi rendah telinga kita memiliki sensitivitas yg sangat tinggi. Makin tinggi frekuensinya, makin rendah sensitivitas telinga.

MP3 ini benar-benar jadi ‘boom’ teknologi penyebab lahirnya revolusi musik di dunia. Namun sayang sekali CD lagu-lagu dalam format MP3 laris dijual hanya dengan harga 25 ribuan perkeping… Hal ini sempat membuat gemas beberapa musisi, karena sebuah top hit musik dapat diambil / dibeli lewat internet terlebih dahulu sebelum dijual di toko.

Kemajuan teknologi perangkat lunak juga semakin canggih, di mana terjadi proliferasi dengan memecah tracks CD untuk dimasukkan ke dalam hard disk dan melakukan encode utk menjadikan file MP3. Cara ini memungkinkan terjadinya proses penggandaan data audio dari sebuah CD dan memproduksi suara yg sama tanpa kehilangan kualitas.

Bagaimana kita sebagai end user? Kadangkala kita tidak memperhatikan masalah benar / salah, dosa / tidak dosa, yang penting kita dapat memainkan MP3, dan selesai. Begitukah? Kalau punya hati nurani, yang mau menghargai hasil karya orang lain, tentu ada peraturan yang harus kita taati.

Jadi bila hendak men-download lagu-lagu dari Internet lalu tertarik untuk menyebarkan secara komersil, maka akan sangat penting anda “minta ijin” dulu pada sang pengarang lagu untuk menghargai dan menghormati “hak cipta” mereka. (anakmuda.net)

Posted in: MUSIK