Sakit Hati!

Posted on March 31, 2010

12


BUK! BUK! WADAOWW!

Jempol kejepit pintu! Muka kejedot kaca! Duren jatuh di atas kepala! Telinga melepuh, gara-gara lagi asyik nyetrika eh handphone juga bunyi, langsung dihalo-in aja pake sterika! Kesandung batu dan menginjak tanaman kaktus!

Sakitnya bukan sakit lagi! Tapi sakit banget deh! Oke, itu sakit badan/fisik.

Tapi giliran hati disakiti, tertusuk, tercabik-cabik, dan terluka, banyak yang anggap remeh. Padahal ini bukan sekedar masalah rohani, tapi berakibat fatal pada tubuh dan jiwa juga. Bunuh diri termasuk pilihan yang diambil waktu hatinya tidak terobati. Iiih..ngeriii!

JANGAN ANGGAP REMEH!

Otak manusia terdiri dari bilyunan saraf dengan ratusan akson, yang semuanya tersusun jadi satu. Apa saja yang kita lakukan dan pikirkan, itu terjadi dengan cara menghubungkan berbagai saraf dengan ujung-ujung akson dan mengirimkan rangsangan listrik yang sangat ringat. Tapi, hebatnya Tuhan, nggak ada satu ujung akson pun yang saling bersentuhan. Soalnya, semua hubungan ‘kerja’ itu dibuat dengan tetesan mikroskopis dari cairan otak yang elektrolitis, yaitu serotonin dan zat kimia lain.

Wah, penting banget dong, yang namanya cairan serotonin! Tanpa cairan ini, nggak ada hubungan! Artinya nggak ada pikiran atau tindakan. So, banyaknya serotonin yang tersedia bagi otak sangat menentukan tingkat energi, motivasi, kemampuan mengingat, kemampuan berkonsentrasi pada pelajaran sekolah atau apa aja yang sedang kita usahakan untuk konsentrasi. En listen to this: serotonin juga secara langsung mengontrol kebahagiaan yang kita rasakan.

Kalo jumlah serotonin berkurang, kita akan jadi makin malas, mudah marah, depresi, ingin bunuh diri, putus asa, dipenuhi rasa bersalah, kesepian, mengkritik diri sendiri dan orang lain, dan menarik diri dan orang lain. Kita akan semakin rentan sama SAKIT EMOSIONAL, terutama waktu baru bangun tidur di pagi hari.

Singkatnya, tanpa serotonin yang cukup, kita nggak bisa berprestasi dengan baik, bahkan tidak bahagia dan jadi depresi. Jadi, zat kimia bernama serotonin ini benar-benar penting, seperti mobil yang butuh bensin.

CARA MEMPERBANYAK SEROTONIN

Hush, ini bukan pelajaran biologi, guyz! Tapi informasi penting!

Serotonin dibentuk dari zat kimia alami dari makanan yang disebut tryptophan. Ini bisa diperoleh dengan mengkonsumsi daging atau produk susu bersamaan dengan karbohidrat dan Vitamin B6. Oya, makan pisang tiap hari itu bagus banget, soalnya pisang menyediakan nutrisi yang sangat baik untuk pembentukan serotonin. Pisang mengandung tryptophan dan vitamin B6.

Pantes aja, nggak ada monyet yang depresi atau bunuh diri. Monyet selalu happy, bergelantungan, berayun-ayun di pohon. Makannya pisang all the time, sih!

CARA MENGURANGI SEROTONIN

Alkohol, rokok, dan narkoba sangat berpotensi menurunkan tingkat serotonin di otak. Kurang tidur apalagi. Ck..ck..ck.. ortu kita benar-benar dikasih hikmat sama Tuhan. Makanya jangan bete aja, kalo dilarang begadang atau tidur terlalu malam! Kalo dibilangin jangan minum bir, ngerokok, apalagi nge-drugs, itu semua benar-benar punya alasan yang kuat untuk dihindari! Bukan cuma merugikan rohani, tapi fisik juga bisa hancur gara-gara ginian!

Penting banget untuk memperhatikan hal-hal kesehatan, nggak cuma hal rohani aja. Kudu seimbang, amin? Bayangin dong, kita mau melayani Tuhan tapi dengan fisik yang kekurangan gizi, gimana bisa maksimal? So, mulai deh dengan makan yang seimbang dan mengatur jadwal yang baik supaya bisa tidur cukup. Tubuh kita juga bait Allah yang kudu dipelihara, setuju?

SEMUA PERCUMA, KALO…

Boleh-boleh aja makan daging kalkun, roti, dan pisang sebanyak-banyaknya…Bisa aja kita berusaha sekuat tenaga supaya serotonin jadi banyak. But, do you know…selama kita menyimpan dendam, kita akan TETAP KEKURANGAN SEROTONIN!!

DENDAM= sakit hati,  kecewa,  kepahitan,  benci,  rasa bersalah,  keinginan membalas,  kemarahan yang terpendamLebih dari 90% dari ribuan depresi disebabkan karena menyimpan penyakit hati. Hey, nggak ada dendam yang bermanfaat! Nggak ada sakit hati yang bikin sehat! Nggak ada kepahitan yang lucu! Nggak ada kebencian yang menyenangkan! SEMUA MERUGIKAN!!! JANGAN DISIMPAN, GUYZ!

Soalnya, begitu kita simpan dendam sedikiiiit aja, persediaan serotonin kita akan langsung berkurang dan depresi pun muncul kita. Akibatnya, kita terserang sakit kepala –bahkan kadang migran. Serotonin dalam aliran darah melekat pada reseptor tertentu di pembuluh darah. Ini menyebabkan pembuluh darah kita membengkak atau mengerut. Timbul deh sakit kepala! Jadi selama kita masih marah pada diri sendiri, benci sama Tuhan, sakit hati sama teman, otomatis kita tetap akan mengeluarkan serotonin dan menjadi depresi! Mau makan 1000 buah pisang sekalipun, nggak ada efeknya! Serotonin terus berkurang selama dendam masih ada. (anakmuda.net)

Posted in: ARTIKEL