Sakit Hati (2)

Posted on April 1, 2010

1


Pernah nggak, kalian ngalamin sesuatu yang sebenarnya nggak gede-gede amat, cuma bikin bete banget?!

Misalnya kamu (cowok) datang ke sekolah turun dari mobil boxer bokap Terus melenggang dengan pe-de banget di depan segerombolan cewek, tapi tiba-tiba mereka ‘ngakak’ abis sampai nangis-nangis. Padahal kamu tuh udah pe-de banget dan merasa nggak ada yang lucu yang perlu diketawain. Kenapa ya? Eeehhh … ternyata kamu baru sadar ristleting celana kamu terbuka lebar, lupa ditutup, sampai merk ‘meok’-nya terlihat jelas.

Atau misalnya kamu (cewek) suka sama ketua kelasmu yang guantengnya minta ampun, seperti Brad Pitt campur Jacky Chan. Sampai-sampai kalo dia lewat depan kamu, bolpen yang lagi dipegang bisa jatuh tanpa sadar. Pokoknya kamu naksir berat deh! Terus kamu mulai curhat sama sohib dekat yang ada di kelas lain. Dan waktu ditunjukkin orangnya, ternyata tanpa kamu tau dia juga naksir sama tuh cowok. Eeeehhh…tau-taunya sebulan kemudian sohib kamu jadian sama cowok yang kamu taksir itu! Dan kamu jadi sakit hati en musuhan deh sama sohib dekatmu  itu!

Pengalaman-pengalaman kayak gitu, sebetulnya hal yang biasa terjadi, bisa terjadi bahkan sangat mungkin kamu pernah merasakan yang namanya sakit hati. Dan banyak lagi pengalaman-pengalaman menyakitkan atau bikin be-te, yang mungkin nggak bakalan bisa kamu lupain deh, sampai kapanpun juga! Dan kalo inget-inget lagi kejadian itu, … SAKIT HATIIIIII banget deh!

SAKIT HATI?! Apa betul nggak bakalan mungkin bisa kita lupain?!

Eh tau nggak?! Everything comes to go! Segala sesuatu tuh datang untuk kemudian pergi! Nggak ada sesuatu di kolong langit ini yang datang, tidak untuk pergi.  Kita dilahirkan, hidup untuk kemudian meninggal.  Kecantikan datang untuk kemudian pergi.  Sukacita datang lalu kemudian bisa pergi lagi.

Musim hujan datang kemudian pergi dan diganti musim kemarau.  Itulah sebabnya Pengkhotbah menulis “untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya”. Sama halnya dengan “Sakit Hati”!

Sakit hati datang untuk pergi! Setiap orang pasti pernah mengalami sakit hati. Sebagian dari kita mungkin udah nggak lagi, tapi mungkin masih ada juga yang tetap menyimpan sakit hati ini. Tau nggak bahaya dari sakit hati ini? Kita akan menderita “KELUMPUHAN” secara rohani!

Hati melibatkan perasaan. Dan perasaan merupakan bagian dari jiwa (soul). Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Dalam jiwa ada pikiran, perasaan dan kehendak yang kemudian menggerakan tubuh. Ketika perasaan kita terluka, berarti jiwa kita terguncang. Orang yang jiwanya terguncang hanya akan memfokuskan pada masalahnya saja. Seluruh daya (kekuatan) akan tersedot ke dalam masalahnya. Dan akibatnya, mungkin orang tersebut akan nangis terus karena masalahnya yang dia terus pikirkan. Atau bahkan bisa putus asa dan merasa sudah tidak mungkin ada jalan keluar. Sangat mungkin berakibat bunuh diri.

Nah, orang yang jiwanya terluka ini sulit sekali untuk bisa Tuhan pakai. Karena fokus mereka hanya pada ‘luka’ dalam jiwanya. Mereka akan sangat sulit untuk dapat berdoa. Pikirannya akan terus menyeret dia untuk memikirkan ‘luka’ itu. Rugiii benerrr!

Gimana mungkin dia bisa memikirkan untuk berdoa buat orang lain, melayani orang lain, dll, kalo dia sendiri nggak beres hatinya? Intinya, pasti nggak siap deh untuk dijadikan “GOD’s Youth Army” diakhir jaman. Gimana bisa berperang? Mereka sedang terluka.

So, karena itu hati-hatilah dengan sakit hati. sangat buruk untuk pertumbuhan kerohanian kita. Tapi ingat, sekali lagi, sebetulnya sakit hati datang untuk pergi! Tuhan mengajar kita untuk ‘melupakan yang telah lalu dan mengarah pada tujuan yang akan datang’. Jangan fokuskan jiwa kita pada sakit hati di masa lalu. Biarkan yang lama berlalu, karena sesungguhnya yang baru sudah datang! (SL)

Posted in: ARTIKEL