AWAL MANUSIA SECARA MEDIS

Posted on April 11, 2010

1


Almarhum Dr. Jerome Lejeune adalah seorang profesor genetik di Universitas Rene Descartes, Paris. Ia pernah menerima Penghargaan Kennedy dari Presiden Kennedy karena berhasil menemukan kelainan genetik Down’s Syndrome yang disebabkan oleh kromosom ekstra (Trisomy 21).  Dr. Lejeune telah menyumbangkan banyak penelitian genetik untuk mencegah dan mengobati Trisomy 21. Di depan sub-komite Hukum Senat Amerika, beliau menerangkan kapan persisnya kehidupan seseorang dimulai.

Ilmu biologi modern mengajarkan kepada kita bahwa persatuan antara para leluhur dengan keturunannya terjadi karena adanya mata rantai yang berkesinambungan dari pembuahan sel wanita (indung telur) oleh sel pria (sperma) yang membuat anggota baru dari sebuah keluarga hadir di dunia.  Kehidupan mempunyai sejarah yang amat sangat panjang, tetapi setiap individu memiliki permulaan yang rapi, yaitu saat terjadinya pembuahan.

Mata rantai yang dimaksud ialah DNA. Dalam setiap sel reproduksi yang bentuknya seperti pita sepanjang kira-kira satu meter, terdapat beberapa kromosom (23 kromosom pada manusia). Setiap kromosom digulung dan dibungkus dengan hati-hati (seperti pita magnetik dalam sebuah kaset mini). Jika kita melihat melalui mikroskop, bentuknya mirip sebuah batang. Tak lama setelah 23 kromosom seorang pria bertemu dengan 23 kromosom seorang wanita dalam sebuah pembuahan, semua informasi genetik dari seseorang yang belum dilahirkan telah diperoleh. Seperti sebuah pita magnetik (bila diputar di tape recorder akan mengeluarkan bunyi simfoni yang indah), kehidupan baru mulai menyatakan siapa dirinya tak lama setelah pembuahan terjadi. Alam bekerja seperti itu. Kromosom-kromosom adalah tabulasi hukum kehidupan, saat mereka bersatu membentuk makhluk baru (maksudnya pembuahan), kromosom-kromosom itu telah menoktahkan keadaan seseorang.

Berdasarkan keterangan di atas, secara genetis, konsep kehidupan manusia sudah dimulai pada hari pertama saat terjadinya pertemuan antara Spermatozoa (sel ayah) dan sel Ovum (sel ibu), yang dikenal sebagai peristiwa Pembuahan. Mahluk hidup yang baru berusia satu hari ini disebut dengan Zygote. Ukurannya sangat kecil, tidak terlihat oleh mata biasa, tetapi  sudah ada dan merupakan buah pribadi hidup yang lengkap, yang telah memiliki 3 elemen dasar kehidupan yaitu tubuh, jiwa, dan roh.

Secara biologis, zygote memiliki ciri-ciri sebagai berikut (walaupun usianya baru beberapa menit):

1.  Ia hidup. ia sudah bernafas secara seluler, bergerak, dan setiap waktu mengadakan proses mitosis secara terus-menerus (pembelahan sel).

2.  Ia sudah memiliki kepribadian sendiri (kepribadian tertentu), misalnya:

  1. Ia sudah tentu seorang laki-laki atau perempuan, tidak dapat berubah lagi.
  2. Ciri khas/bawaan sudah ada di dalam dia, misalnya: rambut lurus atau keriting, hitam atau pirang, warna kulit kuning atau coklat atau putih dan sebagainya, bentuk bibir, bentuk hidung, model telinga, raut wajah, dan sebagainya.
  3. Ia memiliki sifat-sifat dasar, golongan darah, buta warna atau tidak, dan banyak lagi sifat-sifat lain (yang telah ditentukan di dalam susunan genetiknya).

3.  Dari kedua poin tersebut, dapat kita simpulkan bahwa ‘manusia kecil ini’ adalah manusia yang penuh, lengkap, yang  memiliki tubuh, jiwa, dan roh (1 Timotius 5: 23).

4.  Pada usia kehamilan dua bulan, ukuran seorang manusia dari kepala hingga bokong adalah lebih pendek dari ibu jari. Dia dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam kulit kacang tanah, tetapi semuanya ada di sana: tangan, kaki, kepala, organ-organ tubuh, otak, semuanya lengkap pada tempatnya.  Jantung sudah berdetak sejak sebulan yang lalu.  Kalau dilihat dengan seksama, kita dapat melihat garis-garis tangan di telapak tangannya. Dengan pembesaran yang memadai, sidik jari janin dapat terlihat. Dokumen-dokumen untuk identitas pribadinya bisa dibuat. Dengan kecanggihan yang luar biasa, kita dapat mengusik privasinya. Hydrophone khusus dapat memperdengarkan musik primitif: suara ketukan yang dalam, berirama 60-70 kali per menit (detak jantung si calon ibu) dan suara ketukan yang cepat, berirama 150-170 kali per menit (detak jantung si janin). Pencampuran kedua irama detak jantung ini seperti perpaduan bunyi bas dan marakas, yang merupakan basis irama musik pop.

Secara biologis, urutan stadium kehidupan mausia dapat didiskripsikan sebagai berikut:

1.   Bersatunya Spermatozoa dan sel telur (masa pembuahan). Pada stadium ini manusia  bernama ZYGOTE.

2.   Zygote bertumbuh, sel-selnya  bermultiplikasi (Mitosis akan membentuk MORULA), kemudian morula akan berkembang dengan sangat cepat  dan mulai membentuk bagian bagian tubuh menjadi BLASTULA (usia kehamilan kurang lebih 2 bulan).

3.   Usia kehamilan 3-4 bulan, semua alat-alat organ tubuh telah lengkap sempurna, walaupun dalam ukuran mini. Pada stadium ini, manusia mini tersebut dikenal dengan nama EMBRIO.

4.   Embrio akan tumbuh terus di dalam rahim. setelah usia kehamilan mencapai  36-40 minggu, manusia tersebut siap untuk dikeluarkan dari kantong rahim ibunya untuk menjadi seorang  BAYI/ OROK / NEONATUS (0 bulan sampai 1 bulan).

5.   Mulai usia 1 bulan sampai 5 tahun disebut BALITA.

6.   Mulai usia 5-12 tahun disebut KANAK-KANAK.

7.  Mulai usia 12-18 tahun disebut REMAJA

8.  Mulai usia 18-24 tahun disebut PEMUDA / DEWASA MUDA

9. Lebih dari 25 tahun disebut DEWASA

Untuk menerima kenyataan bahwa setelah pembuahan berlangsung, seorang manusia baru telah terbentuk, bukanlah persoalan rasa atau pendapat.  Sifat alam manusia dari saat pembuahan hingga hari tuanya bukanlah sebuah anggapan metafisik. Semuanya telah terbukti lewat riset ilmu pengetahuan. Sebagai informasi tambahan, sel telur manusia dibentuk oleh tubuh kira-kira pertengahan siklus menstruasi dan usianya dapat bertahan selama 2 x 24 jam. Jika proses pembuahan terjadi pada saat tersebut, maka bila seorang wanita terlambat haid 1 hari dan ia dianggap positif mengandung, maka usia kandungan sesungguhnya bukan 1 hari, melainkan usia bayi ialah 15 hari. (bm/anakmuda.net)

Posted in: ARTIKEL