MENGATASI PATAH HATI

Posted on April 26, 2010

16


Memang sebagai anak Tuhan kita nggak boleh gonta-ganti pacar sembarangan. Tapi biar kita nggak ada maksud buat putus, kita tetep manusia yang bisa aja salah denger jawaban doa, salah sikap selama jalan bareng, atau karena sebab yang laen, sehingga mungkin ada di antara kita yang harus broke-up and jadi patah hati. Patah hati juga bisa karena orang yang kita taksir malah naksir orang laen (the most tragical story ever told banget), atau jadian sama orang laen (smik-smik-hik).

Gimana dong cara ngatasin perasaan yang bikin males hidup ini?

  1. 1. Evaluasi diri.

Dari pada buru-buru gantung diri, lebih baik kita evaluasi diri. Toh, patah hati nggak berarti hidup kita jadi hancur total and nggak punya masa depan. Inget ini: “orang tidak pernah hancur karena dia gagal, tapi karena dia gak mau bangun dari kegagalannya”, jadi ayo bangun!! Perbaiki diri kita kalau emang ada yang salah, misalnya egois, suka marah, atau kebiasaan buruk lainnya. Atau mungkin kamu udah lama jauh dari Tuhan, di luar Tuhan emang nggak ada sukacita yang sejati. Ayo dong deketin diri sama Tuhan lebih lagi, supaya kamu bisa dapet penghiburan dan malah bisa jadi deket sama Tuhan.

Kalau kamu udah evaluasi dan ternyata nggak ada hal yang bener-bener salah dari kamu, anggep aja doi itu nggak beruntung dapetin kamu, OK? Positive thinking dong, jangan negative aja. Be happy! Sebab kamu tetap punya masa depan yang cerah bersama Tuhan.

“… tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang”. Amsal 23:18.

  1. 2. Buang dendam.

Kamu tahu apa yang terjadi kalau ada orang yang nggak mau buang air besar? Dia akan keracunan, soalnya apa yang harusnya dibuang nggak mau dia buang. Gitu juga dalam manusia rohani kita, ada hal yang harus segera kita buang.

“Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.”, Kolose 3:8.

Kalau kamu nggak mau buang itu, maka lama-lama kita yang akan “mati keracunan”. Bisa aja sih emang si doi yang salah, tapi kalau kita dendam terus maka kita yang bakal susah –

“karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di Sorga akan mengampuni kamu juga.” (Matius 6:14).

Kalau kita nggak mengampuni, dosa kita juga nggak diampuni. Karena itu buang dendam deh, jangan disimpen terus. Emang nggak gampang sih, tapi harus, OK?

  1. 3. Jangan trauma.

Ada cewek yang pernah kecewa, akibatnya dia selalu ngerasa gak siap buat mulai menjalin hubungan yang serius. Dia takut apa yang pernah dia alami terulang lagi, dia takut semua cowok seperti mantan cowok dia dulu. Hati-hati! Jangan trauma sama cowok atau cewek; apalagi trauma sama Tuhan, nggak bisa lagi percaya bahwa Tuhan mau yang terbaik terjadi dalam hidup kita.

Trauma itu bisa timbul karena pengalaman-pengalaman yang bikin kecewa dan sakit hati, sehingga kita nggak bisa melupakannya gitu aja. Trauma itu bisa ditujukan pada banyak hal; bisa trauma sama orang tertentu, bisa sama suatu benda (contohnya takut sama air), juga bisa trauma sama Tuhan (contohnya kecewa sampai nggak lagi bisa percaya penuh sama Firman Tuhan).

Gimana sih ngatasin trauma? Trauma itu luka di jiwa atau di hati seseorang, jadi buat nyembuhinnya perlu mengalami pemulihan hati dan jiwa. Pemulihan dari luka-luka batin, pemulihan kasih Tuhan – bahwa Tuhan masih & selamanyanya sangat mengasihi kita, bahwa Tuhan tidak pernah ninggalin kita waktu hal-hal yang menyakitkan itu terjadi-, pemulihan dari semua hal yang mengintimidasi kita sehingga kita nggak lagi berani memandang kehidupan ini. Hal ini bisa kita alami lewat buku, konseling, pemulihan hubungan dengan Tuhan, dsb. Pokoknya pemulihan ini ada di dalam Tuhan, dan Tuhan lebih rindu buat mulihin kita.

  1. 4. Lari ke atas, jangan lari ke bawah.

Dalam menghadapi masalah, ada orang yang lari ke atas, ada yang ke bawah. Ada yang malah makin ngerusak hidupnya sendiri, tapi ada juga yang jadi makin baik, makin deket sama Tuhan, jadi makin dewasa dan makin kuat hidupnya gara-gara masalah yang dia hadapi. Itu semua tergantung pilihan kita, karena itu pilih yang baik. Ayo, jangan nyerah! Hadapi deh kenyataan bahwa hidup ini memang nggak selalu gampang, kadang ada hal-hal yang berat yang harus kita alami, tapi percayalah kamu bisa menghadapinya dan kamu akan berhasil dalam hidup kamu. Tuhan nggak pernah janjiin ‘jalan yang selalu penuh bunga’, tapi Dia janjiin pertolongan buat kita yang percaya padaNya.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus10:13)

Pokoknya, buat yang belum patah hati, doa bener-bener supaya nggak perlu ngalamin. Buat yang udah patah hati jangan nyerah, jangan pernah putus asa, maju terus! Kamu bisa!

Wow, keren! (???)

GFRESH MAGAZINE

Posted in: ARTIKEL, CINTA