SENJATA PEMUSNAH PMS (Pre-Menstrual Syndrome)

Posted on May 4, 2010

2


Lika-Liku

SENJATA PEMUSNAH PMS

PRIA WAJIB BACA

“Hhmmrph…”, Beno (32) mendengus kesal.

Bagaimana tidak, istrinya Lina (29) mengomel terus sepanjang hari. Segala sesuatu yang Beno lakukan selalu salah di mata Lina.

“Akh! Lebih baik aku kena macet di jalan daripada diomelin terus di rumah!!”, teriak Beno sambil membanting pintu dan meninggalkan rumah karena sudah  tidak tahan lagi.

Sepeninggal Beno, Lina terhenyak karena tiba-tiba ia teringat sesuatu. Setengah berlari, ia segera memeriksa kalender. “Astaganaga, rupanya aku kena PMS. Coba dari kemarin aku sadar, pasti nggak perlu seperti ini.” pikir Lina dengan menyesal.

Penyakit khusus wanita ini memang bisa menimbulkan masalah bagi banyak couples, apalagi kalau para couples tidak menyadari adanya ‘mahluk’ yang bernama PMS (Pre-Menstrual Syndrome) atau Sindroma Pra-Haid ini. Karena itu GetLife! memberikan beberapa senjata rahasia untuk mengatasinya:

Senjata 001: SADAR DIRI Dengan Mengenali Gejala PMS

“Sadar diri memang senjata utama untuk menangani PMS. Jika kita sadar bahwa kita sedang mengalami PMS, kita akan bisa  menahan diri karena memahami mengapa kita bisa tiba-tiba terserang depresi.”  kata Ev. Hellen Pratama, pengerja GKI Anugerah Bandung.

PMS ditandai sederet gejala, baik fisiologis maupun psikologis, yang dibedakan dalam empat kelompok. Setiap orang bisa saja menderita kombinasi gejala yang berbeda, dengan tingkat keparahan yang berbeda pula. Bahkan, keragaman gejala dan keparahannya bisa sangat bervariasi dari bulan ke bulan.

Gejala PMS kelompok pertama berbentuk ketegangan saraf serta sensitif berlebihan, seperti mudah tersinggung atau sebaliknya sangat mudah tersentuh dan gampang menangis.  Selain itu suasana hati pun tidak nyaman, gampang cemas dan sulit berkonsentrasi.

Kelompok kedua adalah depresi yang menyebabkan seseorang jadi mudah lupa, sulit berkonsentrasi, sulit tidur, menjadi bingung dan gugup. Ketiga, munculnya keranjingan makanan secara temporer, biasanya terhadap makanan gurih dan manis. Bisa saja disertai sakit kepala, sakit punggung, pegal, jantung berdebar, bahkan pingsan. Keempat, sindrom hiperhidrasi yang ditandai dengan bertambahnya berat badan, pembengkakan disertai rasa sakit pada payudara, pembengkakan pada kaki, tangan dan perut kembung yang kadang disertai  mual, sembelit dan timbulnya jerawat.

Waktu munculnya gejala PMS sangat beragam, namun umumnya berkisar dari satu-dua hari hingga 14 hari menjelang menstruasi. Beberapa wanita mengalaminya sepanjang 12 – 14 hari sebelum haid, sementara yang lainnya hanya selama 1 – 4 hari sebelumnya. Panjang-pendeknya waktu serangan PMS tidak menandakan berat-ringannya gejala. Artinya, walaupun waktunya singkat, gangguan PMS bisa saja ringan atau bahkan sebaliknya.

Penderita utama adalah para wanita dalam rentang usia kehamilan. Makin matang usianya, makin parah gejala yang diderita. Persentase penderita PMS lebih tinggi pada wanita yang sudah pernah melahirkan, pengguna pil KB atau yang menjalani sterilisasi ― terutama pengikatan saluran telur. Hal ini berkaitan dengan fluktuasi kadar Hormon Estrogen-Progesteron dalam darah.


Senjata 002: SADAR DIRI Dengan Mengenali Penyebab PMS

Walaupun penyebab pasti PMS belum ditemukan, sudah ada titik terang dengan diketahuinya hubungan antara PMS dengan ketidak-seimbangan pasangan Hormon Estrogen dan Progesteron di dalam tubuh. Konsentrasi Estrogen yang mendadak melimpah membuat Progesteron kewalahan, sehingga keseimbangan di antara keduanya menjadi timpang.

Membanjirnya Hormon Estrogen disebabkan antara lain oleh ketidak-mampuan tubuh untuk memecah hormon ini lantaran kurangnya konsumsi vitamin B-kompleks, khususnya B6 (piridoksin).  Menurut para peneliti dari American College of Obstreticians and Gynecologists, sejumlah penderita PMS memang memiliki kadar vitamin B yang rendah dalam darahnya.  Guna menguatkan dugaan adanya kaitan antara vitamin B dengan PMS, para penderita diterapi dengan diberikan suplementasi vitamin B6. Hasilnya, persentase penderita dan tingkat keparahannya berkurang drastis.

Selain rendahnya asupan vitamin B, meningkatnya konsentrasi Hormon Estrogen bisa disebabkan pula oleh terlalu sedikitnya Estrogen yang dibuang ke luar tubuh. Umumnya, pemogokan fungsi pembuangan ini diakibatkan oleh rendahnya konsumsi Magnesium, yang kadang disertai pula oleh kurangnya asupan  Kalsium dan Seng. Derita PMS akan makin parah jika dibarengi konsumsi gula berlebihan. Soalnya, Magnesium yang terbatas itu masih harus dirampas lagi untuk memecah gula.

Senjata 003: MAKANAN Pelumpuh PMS

Para peneliti menyimpulkan kasus kelebihan Estrogen dapat diatasi dengan banyak mengkonsumsi makanan berserat kasar plus meningkatkan jumlah asupan Magnesium, Kalsium, dan Seng disertai pembatasan konsumsi gula.

Kalsium memegang peranan penting, terutama setelah suatu penelitian yang dilakukan di Metropolitan Hospital di New York menunjukkan bahwa 75% wanita yang mengalami PMS berkurang penderitaannya setelah mengkonsumsi makanan berkalsium secara teratur – khususnya mereka yang mengalami pembengkakan, rasa sakit pada payudara, sakit kepala dan kram perut.

Sebagian ahli masih menyakini PMS disebabkan oleh hiperhidrasi, yakni  kelebihan dan penimbunan air dalam tubuh, yng mengakibatkan pembengkakan. Untuk itu konsumsi air memang perlu dikurangi walau jangan terlalu drastis, agar tidak loyo dan pingsan. Upaya ini harus disertai pembatasan konsumsi garam, lemak jenuh, gula, dan kafein.**

Makanan Pelumpuh PMS

Vitamin B6: Ragi, ikan segar terutama ikan tuna, hati sapi/ayam, kacang-kacangan (kedelai, tempe, kacang merah, kacang tolo), pisang, anggur, alpukat, kenari, beras merah.

Magnesium: Susu, kacang mete, apel, jagung manis, kerang dan hidangan laut lainnya, lalap mentah sayuran daun hijau, kedelai, tempe.

Kalsium: Kedelai, tempe, tahu, kacang hijau, wijen, rebon kering, ikan sarden kalengan, teri, havermut, bayam, daun kacang panjang, daun labu, daun pepaya, daun melinjo, daun singkong, daun katuk, sawi, selada air.

Seng: Susu dan hasil olahannya (keju, yohurt), telur, hati, daging sapi, ayam, kerang.

Serat kasar: Kacang tolo, kacang hijau, kacang merah, kedelai, jambu biji, daun singkong, daun pepaya, daun kacang panjang, kacang panjang, kecipir, buncis, nangka muda, jamur, kan
gkung, bayam, buah-buahan.


Makanan pemicu PMS

Lemak jenuh: Gajih/lemak hewan, daging berlemak terutama daging babi, kelapa tua, santan kental, minyak kelapa, susu berlemak, keju, mentega.

Gula: Gula pasir, gula merah, permen, arumanis, sirup, selai, jeli, susu kental manis, manisan buah, minuman ringan (softdrink), es krim, dodol, donat lapis gula/meises/cokelat siram, cake, kue kecil (cookies), abon, dendeng, ikan sarden kalengan.

Kafein: Kopi, teh terutama yang pekat, cokelat, minuman ringan (softdrink).

Natrium: Garam dapur, kecap, kornet, makanan yang diolah menggunakan soda kue (biskuit, crackers, kue kering, roti), ginjal, ham, daging bebek, sosis, keju, telur terutama bagian putih telur, selai kacang tanah, susu bubuk skim, margarin, mentega, kaldu blok, saus tomat.