KEMATIAN

Posted on May 24, 2010

1


“Panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya, serta mulia…”

Tiap kali ada yang ultah, lagu wajibnya pasti minta umur yang puaaanjaang! Maunya sih semua orang yang kita kasihi bisa hidup selamaaa mungkin di dunia. Bisa gitu? Suatu hari kita pasti mati, man! Nggak tau kapan waktunya. Entah itu disebabkan karena apa, one day we must die, kecuali kalau Tuhan Yesus udah datang buat yang kedua kali semasa kita masih hidup. Yang jadi soal, apa yang akan terjadi setelah mati?. Mendingan kita selalu dalam posisi SIAGA SATU alias ready all the time. Siap dengan hidup kita yang benar en sesuai Firman Tuhan supaya nggak sampai di tempat yang salah (baca: neraka).

Setiap orang punya pilihan dan hak bebas untuk menentukan hidupnya mau kayak apa. Kalo digolongkan, ada tiga nih!

  1. Yang menghargai hidup dan ingin hidup lama

Banyak orang berolahraga, makan vitamin dan makanan bergizi, berhenti merokok, and so on, pokoknya sebisa mungkin jaga kesehatan untuk memperkecil kemungkinan kena penyakit jantung, paru-paru, kanker, dll. Mereka jaga pergaulan biar nggak nge-drugs, free-sex, dll. Mereka jaga hati, nggak simpan kepahitan, dendam, dll, jaga kekudusan, pokoknya mau ikutin apa kata Tuhan. Mereka benar-benar menghargai hidup yang berkualitas, tau betul kalo hidup itu anugerah, jangan sampai rencana Tuhan dalam hidup mereka gagal gara-gara mati konyol.

Begitu meninggal dunia, ada KEHIDUPAN KEKAL yang menanti, tempatnya di SURGA. Mereka… harusnya orang-orang percaya yang mengaku dirinya Kristen. Pastikan kamu ada dalam golongan ini!

  1. Sembarangan hidup dan nggak pengen hidup lama-lama

Hidup semau gue, suka-suka gue, terserah gue, emang gue pikirin, gue tau yang gue mau, dll. Yang kayak gini udah pasti nggak peduli arti hidup, yang penting dirinya enjoy menurut dirinya. Mereka cenderung pesimis, berpikiran negatif, nggak pikir panjang kalo melakukan sesuatu, egois, nekat, hidup nggak teratur dan terseret arus dunia (kebalikan dari yang di atas). Kalo sudah ketemu batunya alias kebentur masalah berat, langsung ambil jalan pintas yang merugikan orang lain (kebut-kebutan, membunuh, mencuri, dll) atau dirinya sendiri (baca: bunuh diri). Mereka nggak punya tujuan hidup yang jelas, dan nggak tau apa arti hidup ini. Mati konyol nggak jadi soal. Mereka pikir kalo mati pun selesai perkara! Aiiih…siapa bilang?

Begitu menghembuskan nafas terakhir… SIKSAAN KEKAL sudah menunggu, tempatnya di NERAKA. So, ada resikonya lho kalo hidup sembarangan. Jangan sampai kamu masuk dalam golongan ini!

  1. Yang hidup sembarangan tapi pengen menikmati hidup yang lama.

Ini golongan yang punya prinsip ‘dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya, mendapat hasil yang sebesar-besarnya’. Mereka milih untuk hidup sembarangan, menikmati semua yang beracun (rokok, drugs,dll), menikmati semua dosa, pokoknya hidup cuman sekali hiduplah seberdosa mungkin tapi masuk surga. Sebagian dari mereka tiap minggu mungkin ada di Gereja, mereka ada di sana untuk minta ampun buat dosa yang udah mereka buat selama seminggu penuh yang udah lewat. Tapi mereka nggak pernah bener-bener bertobat, mereka tetep milih hidup dalam dosa.

Tuhan bukan pribadi yang bisa dibohongin! Pendeta mungkin gampang dibohongin, orang lain mungkin nggak semua tahu hidup kita yang sebenernya, tapi Tuhan tahu semuanya. Orang kayak gini kalo nggak bener-bener bertobat, begitu menghembuskan nafas terakhir rasanya nggak bakal beda sama yang golongan 2, terpaksa menghadapi neraka. Jangan sampai kamu masuk dalam golongan ini juga!

…manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,…— Ibrani 9:27

That’s why, jangan sampai gF!ers ketinggalan dua edisi ini, soalnya gF! bakal ngupas abis tentang “RUMAH MASA DEPAN” setelah kita meninggalkan dunia fana ini.

Edisi kali ini akan bikin kita sadar, betapa sedihnya kalau setelah mati yang menyambut kita adalah lautan api, terdengar ratapan dan kertak gigi orang-orang yang mengalami kematian kekal, termasuk kita. Menyesal pun sia-sia, it’s too late…

Tapiiii… edisi Depan, gF! mengupas betapa happy-nya kalo setelah mati yang menyambut kita adalah Tuhan Yesus sendiri, malaikat surga, dan teman-teman seiman lainnya. Aaaahh… pasti segar sekali menghirup udara surgawi.

Pastikan gF!ers membaca kedua edisi ini dan beritakan pada keluarga dan teman-teman. Jangan biarkan mereka pergi ke neraka. WAKTUNYA SUDAH SINGKAT!

KEMATIAN ITU NGGAK TABU

Apabila kematian tiba

akan datang dengan lembutkah?

Mengakhiri usia lanjut dengan kesedihan

atau masa muda dengan penderitaan?

Siapa yang mati dalam Kristus

mendapatkan segala-galanya

— dan lagi Hari Esok!

Mengapa menangis?

Kematian bisa terjadi secara kejam

Kita tidak dapat menentukannya

Orang yang saleh dapat dibunuh,

orang yang jahat tetap ada;

— Ruth Bell Graham

Mulai dari dulu, kematian itu berbau misteri yang terus diselidiki oleh para ahli dunia. Bahkan di beberapa universitas seperti Southern California Univ., mata kuliah yang paling populer ialah “Masalah Keagamaan dan Etika tentang Kematian dan Saat Menjelang Ajal”. Tahun 1983 U.S. News and World Report membuat laporan khusus “Pengertian Baru tentang Kematian.

Orang Kristen harusnya tau dengan benar tentang masalah kematian. Alkitab menjawab mengapa kita nggak perlu takut mati. Hei, mumpung kita masih sehat, sekarang saatnya untuk mengubah hidup kita supaya siap menghadapi kematian kapanpun. Lihat dan pahami apa kata Firman Tuhan tentang kematian. Soalnya dunia nggak bisa kasih solusi, termasuk para dokter, ahli jiwa, ahli filsafat, psikolog, dan sosiolog sekalipun. Why?

Supaya iman kita jangan bergantung pada hikmat manusia, tapi pada kekuatan Allah — 1 Korintus 2:5

Jadi, mari kita blak-blakan ngomongin soal MATI. Siapa takut?

1. Menurut alkitab:  …tubuh tanpa roh adalah mati —Yakobus 2:26

So, menurut alkitab kematian tubuh adalah terpisahnya roh dari tubuh. Tapi ada kematian yang jauh lebih penting dan jangan sampai terjadi pada orang Kristen. Namanya kematian rohani, yaitu terpisahnya kita dari Allah alias putus hubungan. Leon Morris menggambarkan bahwa kematian bukan sekedar suatu peristiwa, itu adalah suatu keberadaan. Itu adalah kesempatan ketika iblis berkuasa, dan kalo seseorang terus tinggal dalam dosa, dia terus berada dalam kematian.

2. Menurut beberapa kepercayaan, kematian berarti reinkarnasi, artinya kembali hidup di bumi dalam wujud yang lain

3. Bagi beberapa kepercayaann juga, kematian adalah jalan untuk menerima pahala

Mereka percaya, setelah mati akan menerima upah dari apa yang sudah mereka perjuangkan, sesuai kepercayaan. Seperti ada yang rela “bunuh diri” untuk membela kepercayaannya (cth, teroris yeng menabrak WTC, Kamikaze dll).

4. Istilah medis mencatat:

–          Clinical death

Istilah ini dipakai bila jantung berhenti berdenyut, tekanan darah tidak terbaca, dan suhu badan turun. Umumnya, disetujui bahwa seorang pasien dinyatakan sudah mati bila semua organ tubuh yang penting tidak berfungsi lagi

–          Sure death

Istilah ini dipakai bila gelombang otak sama sekali tidak bekerja lagi. Suatu panitia yang terdiri dari para dokter, ahli hokum, ahli teologi, ahli ilmu pengetahuan di Universitas Harvard merumuskan apa yang dianggap sebagai brain death (mati otak). Empat patokan yang disetujui adalah:

  1. tidak dapat menerima dan tidak dapat membalas
  2. tidak ada yang bergerak atau tidak ada nafas
  3. tidak ada gerak refleks
  4. electroencephalogram menunjukkan garis datar

5. Pandangan lain

–     Ada yang percaya bahwa membunuh orang yang dianggap kafir berarti mendapat pahala di surga, berupa pelayanan para bidadari di Taman Firdaus

–          David Dempsey sebelum mati menulis: masyarakat sudah membuat kehidupan menjadi sangat duniawi, sehingga kematian nggak lagi punya makna kerohanian. Kematian dianggap nggak lebih dari sekedar proses alamiah.

6. Ada yang mendefinisikan, kematian ialah fungsi-fungsi vital sudah tidak berjalan lagi dan tidak dapat dipulihkan kembali, suatu keadaan dimana seseorang mustahil dapat disadarkan kembali.

Weleh-weleh, kalo mau digali masih banyak pandangan soal kematian. Boleh-boleh aja kita tau, asal jangan terima doktrin dan pendapat yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Intinya simple aja, mati artinya jam kehidupan kita berakhir sudah, kesempatan yang diberikan Tuhan pada kita sudah habis. Kita hanya bisa mendarat di salah satu tempat antara SURGA dan NERAKA. Pertanyaannya, yang mana bagian kita?

So, salah besar kalo kita anggap enteng soal mati dan berpikir:

“Aah.. masih lama, nyantai aja… gua kan masih muda. Muda foya-foya, tua kaya-raya, mati masuk surga.”

HEI, SIAPA BILANG?

Dengan semangat beberapa orang bersikap seolah-olah masih akan hidup seribu tahun lagi. Banyak juga yang anggap remeh dan nggak berpikir bakal mati kalo sedang diberkati. Contoh:

–     ekonomi sedang kuat

–          bahagia dengan keluarga, pacar, dll

–          segala sesuatu berjalan baik

Kebalikannya, kalo orang lagi susah, dikejar hutang, hidup nggak bahagia, kehilangan pacar, ada goncangan (kerusuhan, terorisme,dll) sakit-sakitan, kecelakaan, dll, wah baru deh kita mikir soal mati.

Kalo bisa gua mati deh…

Wah… hidup saya nggak lama lagi nih…

Tuhan, saya mau mati sekarang!

Gue pengen cepet mati aja!

Waduh, jangan sampai udah kepepet baru panik. Tuhan minta setiap saat kita selalu berjaga-jaga sama hidup kita, supaya kapanpun meninggal dunia kita siap dan masuk surga.

Posted in: ARTIKEL