Nindy Ellesse

Posted on July 9, 2010

0


Nindy Ellesse

Tampil apa adanya, suka bacanda ala Manado.., pokoknya nggak bakal bosen deh bila denger celoteh Nindyani Karyawati nama lengkapnya, kelahiran Ambon manise ini, 16 April 1967. Anak ke dua dari lima bersaudara ini selalu aja mempunyai joke-joke segar yang dapat mengocok perut kita, walau terkadang kedengarannya konyol dan terkesan mengada-ada. “ Bener lho ini cerita serius dan beneran….“ ujarnya membela diri.

Jeremy Timothy Laoh yang baru saja lahir 9 Mei 2001 lalu adalah buah cintanya dengan Willem F. Laoh, “Keluarga ini harus bisa menjadi proyek percontohan keluarga kristen, bisa memberkati banyak orang”, ujar Nindy sangat bersemangat sembari menyantap kuenya.

Apa aja sih kegiatan Nindy sekarang?

Sekarang ini kegiatan aku diluar pelayanan sebagai host di acara rohani SURAT (yang akan segera ditayangkan stasiun TVRI), aku juga pembawa acara Santapan Nusantara di TPI, sering juga diundang nyanyi di persekutuan-persekutuan atau di gereja-gereja, pokoknya semua ini demi kemuliaan Tuhan.

Bisa ceritain masa muda Nindy dulu?

Masa muda saya sungguh sangat berat. Hubungan saya dengan orang tua nggak terlalu istimewa. Ayah saya adalah orang Padang, sedang ibu saya orang Ambon, tetapi sewaktu mereka mau married ayah saya masuk kristen. Masa kecil saya tidak terlalu banyak saya ingat karena kehidupan masa kecil saya nggak terlalu happy. Rumah tangga ayah ibu saya sering cekcok, dan ini mengakibatkan saya menjadi minder, punya  perasaan pahit, nggak punya gambar diri yang jelas. Terus ketika berumur 12 tahun saya benar-benar kecewa karena ayah ibu saya bercerai. Katanya orang kristen tapi kok cerai! Kok orangtua saya ngelanggar Firman Tuhan. Kehidupan dalam keluarga kami yang sangat berkekurangan. Rumahpun nggak punya, artinya kita-kita harus sampe ngontrak dan pernah karna nggak bisa bayar kontrakan rumah, ibu saya harus nitipin kita-kita ke sodara-sodara kita. Ujian yang kita hadapi sungguh sangat berat.  Tetapi Tuhan sangat baik. Saya dikaruniai suara yang bisa memberkati dan keluarga kitapun diberkati. Sedikit demi sedikit saya dapat menyimpan uang untuk ngangkat keluarga saya. Membiayai adik-adik saya dalam bersekolah.

Ibu saya nikah lagi. Ayah tiri saya adalah orang Ambon. Saya nggak welcome, mungkin karena itu ayah tiri saya juga nggak welcome juga sama saya. Ayah pemalas, nggak mau kerja, suka main judi, mabuk-mabukan dan suka main pukul. Saya lihat kelakuan dia ini nggak boleh dibiarin terus begini, sampai suatu kali saya tantang ayah tiri saya. Akhirnya saya dan dia kena akibatnya, saya luka 18 jahitan di kepala, dan ayah tiri saya nggak berani pulang lagi karena om saya nuntut dia ke kantor polisi.

Waduh, Nindy punya luka hati dong?

Tadinya iya, tapi sekarang sudah nggak, saya benar-benar mengampuni ayah tiri saya. Saya udah mengalami pelepasan atas keterikatan dari semua itu. Proses pelepasan saya sampai tiga kali, luka hati saya, dosa-dosa yang saya buat sendiri dan kutuk. Karena saya pernah dimandiin kembang sama ibu saya, apalagi saya dulu suka diramal tangan.

Gimana Nindy sekarang mengenai masa lalu itu?

Sekarang saya sangat paham kalo kehidupan saya dahulu itu adalah salah dan kehidupan yang sangat nggak kudus, yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Masa lalu adalah masa lalu. Masa lalu nggak bisa diubah. Itu hanya menjadi sejarah. Tetapi semua latar belakang kita, dapat Tuhan pakai untuk mengubah dan memenangkan setiap jiwa-jiwa. Ketika saya bersaksi dalam persekutuan-persekutuan, di gereja-gereja atau dimana aja, saya yakin semua yang saya perkatakan akan dapat memberi kabar baik buat orang tersebut. Karna saya sekarang ini dapat berubah, bebas dari keterikatan narkoba, rokok, nonton film yang nggak benar, dan pacaran yang nggak kudus, Tuhan mau saya ada dalam rancanganNya. Setiap kita sungguh berharga di mata Tuhan. Kalo Tuhan mampu ubahkan saya, kenapa enggak dengan orang lain juga.

Ada bekas-bekasnya atau dampaknya nggak sekarang?

Begitu saya terima Yesus, saya adalah ciptaan baru. Yang lama sudah berlalu dan sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan kalopun ada yang ngomongin, biarin aja dan saya tetap pegang Firman Tuhan. ‘Nindy’ yang dulu udah ‘mati’. Sesungguhnya Nindy baru udah lahir.

Kalo dampak di pergaulan sehari-harinya gimana ?

Manusia itu kompleks. Datang dari berbagai latar belakang. Pasti ada aja memberi komentar-komentar miring. “ Jangan terlalu fanatiklah, jangan terlalu ekstrimlah entar elu nggak laku lagi lho . . . !” komentar-komentar beberapa teman-temannya aku. Tetapi saya selalu akan berusaha membuat dampak.  Dan dampak tersebut adalah dampak positif yang datang dari Tuhan. Bagi saya, mau laku atau nggak laku itu bukan urusan manusia. Berkat itu datang dari Tuhan. Dan dengan pernyataan-pernyataan tersebut banyak juga anak Tuhan yang nggak sanggup. Tapi kalo saya, siap pikul salib.

Terus kenalannya dengan Willem-nya gimana ?

Saya bertobat di Jakarta Praise Center, Oktober 1995. Pertama-tama saya datang niatnya hanya nemenin teman saya untuk ibadah di persekutuan JPC, daripada nggak ada kerjaan, ya udah datang ibadah aja pikir saya.

Waktu itu Pak Jeffry Rahmat yang khotbah, jadi semangat  saya untuk datang makin lebih  lagi. Karena saya udah kenal lebih dahulu siapa Pak Jeffry. Tetapi ternyata tidak ada yang kebetulan buat Tuhan. Saya datang hanya iseng-iseng, ternyata saya bener-benar dijamah Tuhan. Pada waktu altar call saya langsung maju, padahal saya duduk paling belakang, pake baju ketat dan celana ketat, tapi tetap saya maju ke depan. Orang-orang pada ngeliatin. Tetapi keputusan kita hari ini adalah yang menentukan masa depan kita yang akan datang. Saya memutuskan untuk maju walaupun saya yakin ada yang mencibir.

Mulai dari sini, saya terus mencari Tuhan dan membuka hubungan pribadi dengan Tuhan. Saya mulai haus dan lapar akan Tuhan. Karena pada waktu itu karya dan jamahan Tuhan dalam hidup saya banyak Tuhan buat lewat hambaNya, Pak Jeffry, maka saya akhirnya lebih banyak terlibat dalam pelayanan dengan dia.

Nah, suami saya ini juga yang melayani di tempat ini. Pada awalnya kita hanya temanan biasa aja. Perkenalan kita makin lebih lagi  karena dia ini sering nguatin saya. En, kita sering ketemu dalam banyak kegiatan, akhirnya kita memutuskan untuk masuk ke tahap yang lebih serius. Kalo kata orang pacaranlah. Dan, 2 Juni 1998 kita nikah deh setelah kita pacaran delapan bulanan. Jadilah sekarang . . . .

Ada beberapa artis yang Nindy bawa pada Tuhan juga, ya?

Segala kemuliaan buat Tuhan…, mungkin karena saya udah ngerasain jamahan Tuhan akhirnya membuat saya rindu setiap jiwa juga ngerasain jamahanNya. Jadi setiap kali ketemu artis Kristen, saya selalu berusaha mengundang mereka untuk datang ke persekutuan saya dengan teman-teman. Terus tidak gitu aja, kan sekarang ini aku udah nggak ngerokok lagi, nggak mau ngedugem (dunia gemerlap), nggak ada narkoba lagi, pokoknya biar mereka lihat perubahan dalam hidupku yang bisa jadi teladan.

Makanya saya selalu mencoba untuk masuk ke mereka. Saya nabur terus. Karena apapun yang diucapkan, bila itu disebutkan di dalam nama Yesus tidak akan pernah jadi sia-sia. Jadi apa yang kita tabur pasti kita akan tuai nantinya.  Dan masalah mereka mau merespon, puji Tuhan banget, kalopun nggak kita serahin aja bagian itu kepada Tuhan.

Kira-kira anda punya saran untuk bisa membuat anak muda menang dalam dalam setiap peperangan ?

Kita harus tahu panggilan hidup kita, dan kita hidup harus benar-benar hidup dalam rencana Tuhan, kalo kita mau lakukan itu pasti kita punya kekuatan untuk menghadapi setiap peperangan. Nggak menjamin sih kalo kita terima Yesus berarti kita udah kebal dosa. Kalo hidup kita nggak berjaga-jaga, sewaktu-waktu bisa juga jatuh lagi, apalagi kalo kita memang buka celah. Tetapi kalo kita jaga keintiman ama Tuhan, kita akan lebih peka dalam keseharian kita. Malaikat Tuhan akan memagari kita dalam kehidupan kita sehari-harinya. Akhirnya kita bisa bedain yang mana hitam, yang mana abu-abu, dan yang mana putih. Kita pasti dikasih tahu, saya yakin setiap dosa mau mendekati kita, pasti ada suara dalam hati yang bilang, jangan!, karena saya yakin Immanuel Elohim itu benar-benar ada, dan menyatu dalam setiap kita, setiap anak Tuhan. Sensor dari Tuhan pasti ada dalam diri kita. Jadi kita nggak usah takut untuk bergaul, nggak usah buat gap antara kita dan mereka yang belum dalam Tuhan. Kita nggak perlu jadi kuper dan nggak ngerti apa-apa tentang perkembangan jaman, asal kita hidup sungguh-sungguh di dalam prinsip dan sensor yang Tuhan kasih buat kita. Tapi jangan juga mentang-mentang udah anak Tuhan terus kita asal nantang aja. Misalnya langsung mau ngelayani orang yang jatuh akibat narkoba atau orang-orang yang ada dalam pelacuran, wah.. kalo kita belum siapin senjata rohaninya dan belon punya hati yang sungguh-sungguh bertobat, bisa-bisa kita yang diseret ama mereka. Kalau mau menang kita harus radikal setiap hari. Jauh dari dosa.

Peperangan setiap kita itu kan berbeda-beda. Semenjak saya bertobat, eh… malah order yang saya terima makin dikit. Katanya kalo ikut Tuhan hidupnya diberkati, lho kok malah hidup saya makin seret, lirih saya kala itu. Ini jadi tanya besar dalam hidup saya, tapi karena saya semakin bertumbuh dekat sama Tuhan, saya ambil keputusan: ‘walaupun Engkau tidak memberkati saat ini, saya tetap ikut Tuhan!’. Saya benar-benar buktikan hal ini, dalam penganiayaanpun saya mau tetap setia sama Tuhan.

Setelah Anda menjadi ortu, apa yang bisa dibagiin?

Buat anak saya setiap pagi saya bacain Firman Tuhan dan berdoa buat anak saya, di dalam nama Yesus. Karena saya percaya perkataan dari mulut  orang percaya itu punya kuasa. Dan saya nggak mau pengalaman saya terulang dengan anak saya. Saya pengen anak saya nantinya bisa menjadi berkat bagi setiap orang. Terserah dia dalam memilih profesi, saya yakin apa pun itu dia akan ada didalam rancangan Tuhan.

Nah, cerita soal hubungan Nindy dengan Tuhan!

DIA bisa sebagai Bapak saya dan juga bisa sebagai Sahabat saya. Tapi beberapa anak Tuhan saya lihat ‘saking dekatnya sama Tuhan’ malah ada yang kelewatan. Memang Dia teman kita. Tapi Dia adalah Tuhan yang Agung, yang juga ciptain langit dan bumi ini. Bukan berarti Tuhan mau kita formal-formal banget sama Dia, tapi kita musti ingat kalo Dia adalah Allah kita. Pokoknya saya minta hikmat aja deh terus ama Tuhan supaya saya bisa bersikap benar di dalam Dia.

Buat saya Tuhan itu lebih dari segalanya deh…, kalo nggak punya uang saya ngadu sama Tuhan, atau kalo lagi berantem atau kekurangan kasih sayang atau nggak bisa ngelakuin sesuatu, ya… saya juga ngadu sama Tuhan. Saya sediain waktu setiap pagi atau malam, bersama suami untuk membangun tahta menghadap Tuhan (Berdoa, muji nyembah & baca FT; red). Pokoknya berserah sama Tuhan aja, Dia hanya sejauh doa.

Kelihatannya Anda sekarang lebih concern pada pelayanan kaum wanita ?

Sebenarnya pengurapan itu datang kepada setiap kita, tanpa lihat gender. Wanita juga bisa dipake Tuhan, lihat aja Ester, keselamatan datang bagi Israel melalui dia. Tuhan Yesus juga datang dari dara Maria. Dan orang yang dekat dengan Yesus juga banyak yang wanita. Masih banyak lagi wanita yang dipakai oleh Tuhan dan benar-benar diurapi.  Kita dipakai sebagai penolong kepala, imam atau sang pria dan bukan mengambil alih. Kebanyakan wanita sekarang tidak tahu tempatnya dimana, begitu kariernya lebih tinggi dari sang suami, udah deh… jadi sembarangan, mulai perintah-perintah suami. Ini perlu pemulihan, sebagai istri kita harus benar-benar jadi penolong bukan perongrong.

Apa pesan Nindy tentang pacaran anak muda?

Sebenarnya masa pacaran yang lama nggak berarti kita bisa mengenal pasangan kita. Karena semasa kita pacaran banyak palsunya. Karena setiap orang akan ada usaha untuk nutupin siapa sebenarnya dia, yang penting dia harus dapetin cowok atau cewek yang dia kejar. Jarang sekali pasangan itu tampil apa adanya. Nah, inti dalam mendapat pasangan yang tepat adalah ‘apakah pernah kita tanya sama Tuhan tentang pasangan kita?’. Dan buat anak Tuhan, kalo mau cari pasangan carilah yang anak Tuhan, yang seiman, karena kita sama-sama tahu kebenaran itu sehingga Tuhan bisa memimpin masa depan kita.

Gimana cara Nindy mempertahankan rumah tangga sementara banyak artis akhir-akhir ini kawin cerai?

Kita nggak pernah ngambil keputusan untuk bercerai, apapun yang terjadi di rumah tangga kita. Sebab kalo sampe kita bercerai lalu kita married lagi, Firman Tuhan mengatakan kalau itu adalah perzinahan juga.  Saya yakin manusia nggak ada yang sempurna. Kalo pun kita udah diberkati dan udah melalui proses yang panjang, perkawinan kita nggak akan selalu mulus setiap saat. Ada aja masalah yang bisa muncul, namanya juga hidup. Yang penting, harus selalu sadar dan ingat rencana Tuhan pada setiap kita, kita ini berharga, dan selalu cari Tuhan. Akhirnya kita akan dimampukan memahami karakter pasangan kita, mampu untuk rendah hati, mampu mengampuni pasangan kita. Siapapun dia nantinya.

Contohnya yang saya alami. Tipikal saya adalah kolerik dan suami saya melankolis. Ini kan dua kepribadian yang berbeda, tapi kan ada Yesus yang memampukan saya untuk dapat memahami dia. Kedua, kita saling percaya dan kita tahu kalo kita berbuat dosa itu salah dihadapan Tuhan. Jadi dimanapun saya berada atau suami saya berada, kita percaya Tuhan ada di situ. Pernah saya pelayanan satu setengah bulan di Amerika, tapi suami saya nggak apa-apa. Kita tahu pertanggunganjawaban dosa bukan sama manusia, tapi langsung kepada Tuhan.

Jadi dalam membangun keluarga, saya benar-benar melibatkan campur tangan Tuhan. Awal saya married, suami saya nggak kerja. Nganggur lebih kurang sepuluh bulan, saya bener-bener gemas sama dia. Tapi saya tahu rencana Tuhan terhadap keluarga ini. Setiap malam ketika suami saya udah tidur, saya tumpang tangan kepada suami saya. Pokoknya saya percaya, kalau kita mengasihi Tuhan dan mau hidup sesuai FirmanNya, maka semua yang kita alami ada dalam rancangan damai sejahteranya Tuhan. Kalo enggak gitu, bisa-bisa persoalan ngorok atau salah pencet pasta gigi aja, bisa bikin kita cerai. Padahal sepele banget kan.

Makanya anak muda pikir dulu sebelum kawin! Tapi jangan terlalu banyak mikir sehingga nggak kawin-kawin. Pertimbangan buat kita ngambil keputusan kan bisa kita dapet dari teman-teman persekutuan, orang tua atau adik kita, kakak rohani atau hamba Tuhan, dari kotbah yang kita denger atau banyak lagi. Jangan main labrak sendiri aja. Kalo begitu, hasilnya juga akan tidak maksimal dalam rumahtangga kita nantinya.

Anda pernah punya mimpi tentang keluarga Anda nantinya ?

Ya! Dan saya sudah dapatkan dalam keluarga saya sekarang ini. Saya mempunyai suami yang benar-benar mengasihi saya dan punya anak yang betul-betul sangat kita sayangi. Selain itu, pokoknya saya ingin apapun yang saya kerjakan melalui hidup saya dan keluarga saya, benar-benar dapat memberkati banyak hidup orang. (pt, foto pt)

Tagged: , ,
Posted in: ARTIKEL, PROFIL