ABORSI (BAGIAN 5)

Posted on July 22, 2010

0


Apa Yang Harus Dilakukan Anak Tuhan?

Tidak diragukan lagi bahwa aborsi adalah tindakan yang sangat dibenci Allah. Sudah saatnya bagi umat Tuhan untuk bergerak membendung praktek ini. Langkah-langkah berikut ini kiranya bisa diambil oleh anak-anak Tuhan.

1.Berdoa

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh setiap umat Tuhan adalah berdoa. Perkuatlah jaringan persekutuan doa. Ingat, musuh yang kita hadapai bukan hanya dokter dan bidan pelaku aborsi, ataupun para penentu undang-undang pro-aborsi. Yang jauh lebih penting untuk diserang adalah roh-roh Molokh yang berada di belakang mereka.

“ Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetaou melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

(Ef 6 : 12)

Doakan agar aborsi tidak pernah dilegalkan dinegara kita, doakan pula agar pemimpin-pemimpin bangsa kita semakin peka dan peduli terhadap kasus ini. Berdoa juga bagi kerohanian kita, agar kita tidak terjebak dalam dosa ini. Sehingga kita tetap bisa menjaga kekudusan hidup di hadapan Allah.

2. Informasikan Kepada masyarakat Umum.

Kita telah mengetahui kebenaran tentang aborsi. Bahwa hal ini sangatlah ditentang oleh Allah. Kebenaran inilah yang harus disebarkan kepada masyarakat umum. Sampaikan kepada dokter-dokter dan pakar hukum, bahwa aborsi adalah tindakan pembunuhan. Informasikan melalui media masa yang ada. Tidak bisa dipungkiri bahwa media masa, baik TV, internet maupun cetak sangat potensial untuk disusupi ilah-ilah percabulan. Dari sinilah propaganda percabulan dan hawqa nafsu disebarluaskan melalui situs-situs porno di internet, tayangan film seks, serta bacaan-bacaan porno. Jika iblis menggunakan media untuk menyebarkan ajarannya, saatnyalah sekarang kita rebut kembali senjata yang dicuri iblis ini untuk memerqangi kembali pekerjaannya. Informasikan seluas-luasnya kepada publik bahwa aborsi benar-benar menyengsarakan.

3.Buatlah Fasilitas Penampungan Bagi Masalah Aborsi

Kita hanya menjadi tong kosong yang berbunyi nyaring jika mengatakan bahwa aborsi itu salah, namun tidak berbuat apa-apa dan terus saja menyalahkan tanpa memberikan solusi penyelesaian masalah ini.

Aktivis perempuan Myra Diarsi yang hadir dalam dialog publik itu menyatakan, saat ini wacana di tingkat masyarakat digiring dengan mempertentangkan aborsi dengan kepentingan agama. Sehingga terjadi saling hujat di masyarakat.  “Padahal, yang terjadi sebenarnya adalah kelalaian negara, dalam hal ini Pemerintah Indonesia yang memilih bentuk negara sekuler namun menyerahkan urusan privat kepada kekuasaan marginal. Karenanya, seharusnya yang dilakukan adalah menagih pemerintah untuk bersikap jelas dan transparan mengenai masalah aborsi,” ujar Myra.(http://www.kompas.com)

Sudah sepatutnya umat Tuhan memiliki kepedulian yang sama dengan Myra, dan tanggung jawab menyediakan fasilitas ini bukan hanya menjadi beban pemerintah saja, tapi juga kita.

Mulailah membuat fasilitas penampungan bagi masalah aborsi ini. Mereka yang hendak melakukan pengguguran kandungan perlu mendapatkan bimbingan dan konseling. Umumnya mereka akan menjadi masyarakat yang merasa tertolak terhadap lingkungannya. Buat juga rumah-rumah penampungan dan perawatan bagi bayi-bayi yang hendak diaborsi, ataupun bayi batal aborsi yang masih hidup. Sangatlah baik untuk menyediakan panti pelayanan kehamilan yang disertai dengan bimbingan rohani. Bagaimanapun juga, seorang yang hendak melakukan aborsi membutuhkan teman, dan bukan membutuhkan hakim.

4.Bekerjasama dengan berbagai pihak

Kami yakin, masih banyak orang-orang yang nuraninya belum rusak. Mungkin mereka tidak seiman dengan kita, namun untuk membendung gerakan aborsi ini, tidak ada salahnya bergandeng tangan dengan mereka. Setidaknya iniliah kepedulian sikap orang kristen terhadap krisis moral yang melanda bangsa. Ketika umat non kristen memprotes SDSB, menutup tempat perjudian dan pelacuran, umat Nasrani terkesan tidak tanggap dengan situasi ini. Akankah fenomena aborsi ini kita diamkan begitu saja. Jika kita hanya diam saja dan tetap sibuk terjebak dalam permasalahan intern gereja, kita akan semakin dicap sebagai umat yang eksklusif dan hanya mementingkan kepentingan kelompoknya.Saatnya kita menggarami dan menerangi etika moral di dunia yang semakin gelap ini.

Kiranya artikel ini sanggup menggerakkan setiap pembaca untuk mulai mengambil tindakan. Mungkin engkau seorang dokter, seorang aktivis, ataupun mahasiswa. Komunikasikan masalaj ini kepada tokoh-tokoh kunci yang anda kenal. Bahkan jika anda merasa diri orang yang paling awam sekalipun, anda bisa memulainya dengan berdoa. Berdoa memohon

agar Allah memberikan kemurahan bagi bangsa ini. Sehingga krisis dan badai yang menerpa bangsa kita boleh segera dilalukan.

“ …,dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”(2 Taw 7 : 14). http://www.gfreshmagazine.com, http://www.anakmuda.net

Posted in: ARTIKEL