A KUPER BOY & LONELY GIRL

Posted on July 23, 2010

2


A KUPER BOY & LONELY GIRL

Di bangku sebuah taman,

Baca,baca,baca, hanya itu yang dilakukan si Kuper Boy.

“Baca apa sich?”Gadis yang tak dikenal. Tapi nekat bertanya. Hei, ini gadis cantik yang sering ada di cover majalah remaja. Gadis cantik yang nggak pernah dicuekin. Tapi cowok berkaca mata tebal ini, berani-beraninya!

“Hm?”hanya itu. Lalu kepalanya tertunduk, baca lagi.

“Bisa temani saya bicara?” hentak sang Lonely Girl. “Saya kesepian,”sembari penasaran dengan bacaan pemilik kacamata tebal itu.

“Ke…ke…kesepian?”kepala itu terangkat.

“Hmm,”Lonely Girl mengangguk.

“Kamu…kamu…kamu…”tak tahu bagaimana mengatakannya dengan sopan.

“Apa?”

“Can..cantik. Tidak,tidak seperti kesepian.” Mulai lancae, es ditenggorokkan si Kuper Boy mulai meleleh.

“Oh ya?? Terima kasih. Tapi saya kesepian,  semua bilang saya cantik. Tapi tak pernah menghargai saya di luar kecantikan saya. Tak pernah menganggap saya kalau saya tak punya uang atau saya tidak menggandeng cowok keren,atau tidak mengisap rokok, atau tidak nge-drugs atau tidak mau di ajak ke hotel, atau…apa saja, pokoknya saya harus brengsek deh!”

“O…”

“Dan orang tua saya, mana peduli sama saya. Mereka pisah. Divorce. Tau khan? The End! Kakak saya, nggak tahu  ada di mana. Adik saya, nggak jelas. Hidup saya kacau. Saya brengsek, orang-orang gunjingin. Saya mau bener, pengen dibantu, malah dicurigain. Bingung kan?”

“O…”

“Kamu kok ‘O..’ terus sih?Ngerti nggak saya kesepian? Saya butuh temen!”

“O…eh, maksud saya” tangan si Kuper Boy terulur. “Teman-teman sering memenggil saya Kuper Boy. Saya siap jadi teman kamu.”

“Kuper Boy? Kenapa begitu?”

“Mungkin karena saya sudah berhasil menjauhi hal-hal yang ingin kamu jauhi. Kalau saya ada di dalamnya mungkin nama saya Brengsek Boy, tapi karena saya di luarnya, saya Kuper Boy.”

“Tidak terganggu dengan nama itu?”

“Oh, itu membantu saya menikmati hidup yang sesungguhnya. Tak perlu Brengsek Boy kalau bisa jadi Kuper Boy.”

“Saya juga mau jadi Kuper Girl, ah!”

“Oh, boleh. Tapi sebelumnya ada yang harus kamu lakukan dulu.”

“Apa itu..?”

“Saya akan menjelaskan beberapa peraturan untuk masuk dalam perkumpulan kuper terhadap dunia, dengarkan.” Ia kembali membuka bacaannya, di depannya tertulis, ALKITAB. Bla, bla, bla…

“Ucapkan ini….”

“Tuhan, ampuni segala dosa dan kebrengsekan saya selama ini. Saya minta darahMu yang menyucikan saya dan saat ini saya buka hati saya dan saya siap untuk  menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat saya dan menguasai kehidupan saya. Agar saya bisa hidup untuk Tuhan dan bukan untuk dunia. Terima kasih Tuhan, Amin.

“Selamat datang diperkumpulan kuper untuk dunia dan bergaul dengan Tuhan.” (eirenes, http://www.anakmuda.net)

Tagged: ,
Posted in: RENUNGAN