GADIS KECIL; 18 & 2

Posted on July 27, 2010

0


GADIS KECIL; 18 & 2

Apa yang bisa aku katakan tentang gadis kecil ini?

Bahwa ia menarik? Dan semua orang mengakuinya. Atau bahwa ia gadis kecil yang manis dan baru berusia 18 tahun dan bisa menarik semua  hati orang? Ah, semua pasti setuju.

Bahwa betapa kecantikan dan kesupelannya mampu membuat banyak pria jatuh hati dan bertekuk lutut? Tak akan ada yang pernah menyangkalnya.

Bahwa keramahannya mampu membuat semua mempercayainya? Tak ada keraguan untuk itu.

Tapi… mungkin juga semua tahu itu hanya masa lalu. Ah, gadis kecil ini…

Lihat dirimu, tegur sebuah sosok pada pantulan dirinya di cermin. Siapa kau? Kau bukan gadis kecil lagi.

Tak akan ada lagi kebanggaan bagi gadis kecil ini. Tak ada pujian, tak akan ada kepercayaan. It’s over…

Gadis kecil itu… entahlah, bagaimana menyebutnya. Dia terlalu muda, tetapi terlalu jauh melangkah. Dan ketika kakinya terjerat dan tak ada yang bisa membantunya keluar, tak kecantikannya, tak kesupelannya, tak juga kebanggaan masa lalunya. Pun orang-orang yang mengaguminya. Dan pria itu, yang katanya begitu memujanya, kemana dia?

Gadis kecil, dia terlalu muda untuk menanggung beban ini, tapi apa mau dikata? Dia baru 18, tapi sudah ada bentuk kehidupan di tubuhnya. Dan tanpa ikatan yang jelas.

Gadis kecil, 18 & 2 nyawa ada di dalam dirinya.

Sebentar lagi semuanya akan berakhir… Ada tekad yang tak terucap, namun kilatan pisau yang memperlihatkan betapa tajamnya benda itu seolah menguatkan.

Sebentar saja gadis kecil, sakit sedikit dan semuanya akan segera berakhir… tak ada malu, tak ada penderitaan, tak ada kecewa…Ah, suara-suara ini, terasa terus memenuhi gendang telinganya.

Tapi tahukah kau, ini akan berlanjut disana, dengan keadaan yang lebih mengerikan?

Gadis kecil itu mendapat ingatan bagaimana dia di Sekolah Minggu dan mendapat pengertian tentang surga dan neraka.

Aku akan masuk neraka…aku tidak mau…

Gadis kecil, dia berumur 18 dan lebih dari 8 tahun tak pernah lagi berdoa, ketika ingatan akan doanya di masa kecil mengalir begitu saja.

Tuhan ampuni saya yang sudah berdosa. Ampuni saya yang melakukan pelanggaran. Saya, saya…ah, waktu ternyata mengikis beberapa ingatannya. Tapi bukankah Tuhan mau mengampuni saya? Selanjutnya hanya kata-kata yang keluar dari hati yang penuh penyesalan dan keputusasaan yang terdengar. Saya mau terima Tuhan Yesus untuk memperbaharui kehidupan saya, menghapus dosa saya, sebagai Tuhan dan Juruselamat saya satu-satunya. Amin.

Gadis kecil, dia masih 18 dan ada 2 kehidupan di dalam tubuhnya tanpa ikatan yang resmi, tapi ada satu ikatan yang baru yang akan membawanya menjadi kehidupan yang berharga, karena baru saja ia menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya. And you?

Tagged:
Posted in: CERPEN, RENUNGAN