Orang PILIHAN TUHAN yang Salah Memilih

Posted on July 28, 2010

0


BELAJAR DARI SIMSON

Orang PILIHAN TUHAN yang Salah Memilih

Kelahiran Simson

Hakim-hakim 13:1-5

Simson adalah suatu fenomena! Lahir sekitar tahun 1110 SM, suatu kelahiran yang sama sekali nggak biasa-biasa aja, karena sebelumnya kota Zorah, kota kelahirannya dibuat gempar dengan munculnya seorang malaikat yang membawa pesan dari Tuhan buat mereka. Malaikat itu muncul di depan isteri Manoah, dan bilang bahwa : “…Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”

Simson lahir sebagai orang yang istimewa, nggak ada yang bisa menolak hal itu. Dari cara lahirnya saja, hanya ada 3 kelahiran yang seperti itu dalam sejarah Alkitab selain Simson: kelahiran Ishak, Yohanes, dan Tuhan Yesus sendiri! Nama Simson punya arti ‘Matahari Kecil’, di jaman itu matahari sering jadi gambaran tentang kehadiran dan kebesaran Tuhan. Jadi Simson diharapkan bisa jadi wakil Allah buat bangsa Israel. Dan harapan itu memang terjadi, Simson jadi Hakim (pemimpin) buat bangsa Israel selama 20 tahun yang dahsyat banget, dan dia menjadi pemimpin Israel yang paling banyak ditulis di dalam kitab Hakim-Hakim. Nggak heran Paulus pun menulis tentang Simson sebagai pahlawan iman, sekitar 1200 tahun kemudian (Ibrani 11:32-33).

Simson tumbuh sebagai orang yang hebat. Dia punya janji Allah dalam hidupnya, dia pun punya kekuatan luar biasa dari Tuhan, kekuatan yang membuat dia bisa melakukan sangat banyak hal lebih dari orang-orang sebayanya. Simson tumbuh dewasa sebagai seorang ‘superstar’, dia jadi idola di tengah-tengah bangsanya.

Simson diperlakukan istimewa oleh banyak orang, tapi perlakuan istimewa ini juga yang nantinya membuat hidup Simson harus berakhir dengan cara yang tragis. Alkitab menulis semua itu dimulai waktu Simson jatuh cinta, dia jatuh cinta sama seorang gadis Filistin di Timna (Hakim-hakim 14:2). Orang tuanya sempet ngelarang, karena hal itu jelas-jelas nggak sesuai sama Firman Tuhan, jadian sama orang yang nggak seiman. Apalagi buat Simson, orang yang dipilih Tuhan untuk hidup kudus sejak di kandungan. Tapi Simson menjawab ‘Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai!’ (Hakim-hakim 14:3).  Simson bertumbuh sebagai orang yang susah dinasehati, dia berjalan semaunya sendiri! Bahkan suatu kali dia pergi ke Gaza, dan dia tidur sama seorang pelacur di sana (Hakim-hakim 16:1).

Simson mulai hancur ketika kasihnya berubah menjadi nafsu, dia tergoda oleh dosa, dan dia menyerah. Seringkali kejatuhan seseorang dialami di tengah-tengah kejayaannya, orang cenderung merasa hebat, merasa kebal terhadap dosa, dan akhirnya pelan-pelan tanpa sadar rencana Tuhan dalam hidupnya sudah dihancurkan oleh iblis.

Simson jatuh cinta sama seorang cewek yang sangat cantik dan menarik, namanya Delila (artinya centil; red). Delila nggak pernah bener-bener mencintai Simson, dari awal memang dia dibayar untuk menjebak Simson. Tiga kali Simson berhasil menghindar dari pertanyaan Delila tentang rahasia kekuatan Tuhan dalam hidupnya, tapi dia nggak pernah lari menjauh dari godaan dosa. Akibatnya iblis terus punya kesempatan buat membombardir kelemahan ‘Pahlawan Tuhan’ yang satu ini. Akhirnya nafsu benar-benar menguasai Simson dan membuatnya menghianati perjanjiannya dengan Tuhan (Hakim-hakim 16:16).

Simson ditangkap oleh orang Filistin. Dia kehilangan kekuatannya, dia kehilangan janji dan penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Matanya dicungkil, tangannya di belenggu dengan 2 rantai tembaga, dan pekerjaannya sekarang adalah menggiling (mungkin biji-bijian; red). Waktu raja-raja Filistin berkumpul, Simson yang disuruh ngelawak. ‘Pahlawan Tuhan’ ini jadi bahan tertawaan banyak orang, keadaan yang sangat jauh berbeda dari rencana Allah dalam hidupnya, ya sangat jauh berbeda dibandingin dengan cara dia lahir ke dunia, sangat jauh berbeda dibanding dengan masa-masa mudanya yang dipuja banyak orang.

Simson tahu dia gagal, Simson tahu dia udah sangat jauh dari rencana Tuhan, tapi bagaimana pun Simson adalah orang yang pernah mengenal Allahnya dari dekat. Simson mulai berdoa lagi, dia mulai memanggil Tuhan yang pernah dia kenal. Dia minta ampun untuk segala kesalahannya, dan minta kesempatan satu kali lagi. Tuhan adalah Allah yang membenci dosa, tapi nggak pernah membenci orangnya, dan Dia pun memulihkan kekuatan Simson. Simson mendorong tiang penyangga tempat raja-raja Filistin berpesta sehingga gedung itu runtuh. 3000 pemimpin Filistin mati di tempat itu, begitu juga dengan pahlawan Allah yang begitu fenomenal ini.

Rencana Allah secara keseluruhan nggak pernah gagal, tapi janjiNya buat kita secara pribadi sangat tergantung sama keputusan dan pilihan dari diri kita sendiri. Pilihan yang diambil Simson membuat iblis bisa menghancurkan janji Allah buat dia, bahkan iblis berhasil menghancurkan kehidupannya karena Simson memilih untuk nggak mau dinasehati, dan nggak peduli sama Firman Tuhan. Simson mengira bahwa ketidaktaatan bisa ditutupi sama pengorbanan/pelayanannya. Simson mengira bahwa karunia adalah segala-galanya di atas karakter.

anakmuda.net

gfreshmagazine.com

Posted in: ARTIKEL, RENUNGAN